BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pertumbuhan
rambut yang berlebihan pada wanita telah menjadi perhatian para klinisi sejak
lama. Beberapa istilah digunakan untuk menjelaskan kelainan tersebut.
Hirsutisme digunakan untuk menjelaskan adanya pertumbuhan rambut yang
berlebihan pada tempat-tempat yang sebenarnya tidak normal pada wanita, seperti
pada wajah, dada atau perut. Sedangkan hipertrikosis merupakan pertumbuhan
rambut yang berlebihan pada tempat-tempat yang memang biasanya ada pada wanita.
Virilisasi adalah hirsutisme yang disertai tanda-tanda adanya kelebihan
androgen seperti akne, suara membesar, buah dada mengecilo hipertropi klitoris,
pembesaran otot dan amenorea atau oligomenorea.
2. Tujuan
·
Untuk
mengetahui pengertian Hirsutisme
·
Untuk
mengetahui etiologi Hirsutisme
·
Untuk
mengetahui patofisiologi Hirsutisme
·
Untuk
mengetahui manifestasi Hirsutisme
·
Untuk
mengetahui penatalaksanaan Hirsutisme
·
Untuk
mengetahui konsep dasar asuhan keperawatan pada Hirsutisme
BAB
II
TINJAUAN
TEORITIS
1. Definisi
Hirsutisme
adalah pembentukan badan rambut terminal yang tergantung androgen pada wanita
dimana rambut terminal ini pada keadaan normal tidak didapatkan. Tipe rambut
terminal pada pria didapatkan pada wajah, perut dan punggung dan tidak normal
bila didapatkan pada wanita. Definisi ini tergantung pada etnis, dan persepsi
yang berlaku umum pada masyarakat tertentu.
2. Etiologi
Beberapa
penyebab pertumbuhan rambut yang berlebihan dibuat dalam sistim klasifikasi
yang sederhana dan logis, seperti di bawah ini:
1. Kelebihan produksi
androgen.
2. Kelebihan relatif
androgen karena rendahnya binding globulin.
3. Meningkatnya respon
organ-organ target.
4. Persepsi penderita.
- Kelebihan produksi
androgen dan konsentrasinya dalam sirkulasi
Kelebihan produksi
androgen merupakan faktor yang paling sering menyebabkan hirsutisme. Sumber
androgen bisa eksogen maupun endogen, tapi yang paling banyak adalah endogen.
Sumber endogen utama adalah glandula adrenal dan ovarium.
Kelebihan androgen
adrenal mungkin berhubungan dengan defisiensi enzym sintesis steroid, proses
neoplasma ganas adrenal, ataupun keadaan-keadaan lain seperti Cushing’s
sindrome. Ada 3 defisiensi enzym steroid adrenal yang telah diketahui yang
berhubungan dengan hirsutisme, yaitu:
1. Defisiensi
21α-hidroksilase
2. Defisiensi 11β-
hidroksilase.
3. Defisiensi
3β-ol-dehydrogenase.
Dari ketiganya yang
paling sering adalah defisiensi 21α-hidroksilase, dengan prevalensi 1-10%
diantara wanita-wanita dengan hirsutisme. Penyebab kelebihan androgen yang
paling sering adalah kelainan ovarium, yaitu sindrom polikistik ovarium (PCO)
-
Kelebihan relatif androgen dan seks
hormon binding globulin
Dalam keadaan normal kurang
dari 3% testosteron sirkulasi dalam bentuk bebas dalam serum. Sebagian besar
androgen sirkulasi dalam bentuk terikat dengan seks hormon binding globulin
(SHBG). Setiap keadaan yang mempengaruhi konsentrasi SHBG dapat menyebabkan
kelebihan relatif androgen sirkulasi. Beberapa kondisi yang menurunkan SHBG
telah diketahui, termasuk sindroma PCO dan obesitas, sedangkan faktor lain yang
mempengaruhi konsentrasi SHBG ataupun kekuatan ikatannya, yaitu penggunaan
obat-obat tertentu.
-
Kelainan responsivitas terhadap androgen
yang meningkat.
Bila androgen sampai ke
target sel, akan berinteraksi dengan reseptor androgen, yang dikendalikan oleh
suatu gen pada kromosom X. Testosteron dirubah menjadi dihydrotestosteron suatu
androgen yang lebih kuat denganbantuan enzym 5α-reduktase. Meningkatnya
aktivitas enzym 5α-reduktase menyebabkan terjadinya hirsutisme.
-
Kelainan persepsi dan image penderita
Hirsutisme merupakan
keadaan yang bersifat subyektif, walaupun adanya ambang batas tertentu secara
semiobtektif dengan sistim akala skoring. Skala semiobyektif merupakan skor
dari beberapa tempat, seperti wajah, dada dan perineum, dimana penderita lebih
mengetahui daerah tersebut, serta keadaan rambut yang sangat berbeda pada
masing-masing daerah tersebut.
3. Patofisiologi
Pada
umur belasan tahun timbulnya akne dan hirsutisme dapat menyebabkan perasaan
stress, sehingga dalam pengobatannya para klinisi harus memikirkan keadaan
tersebut. Hal yang harus dijelaskan kepada penderita yang mengeluhkan
pertumbuhan rambut yang berlebiahan pada daerah-daerah non androgen dependen
seperti pada lengan dan tungkai bawah, yaitu pertumbuhan rambut di daerah
tersebut bersifat genetik dan tidak tergantung pada androgen, sehingga tidak
perlu penanganan khusus pada keadaan seperti itu.
Hirsutism dapat berasal
dari penggunaan agen farmakologi eksogen termasuk danazol (Danocrine), anabolic
steroid, dan testosterone. Konstrasepsi oral (OC) yang mengandung
levonorgestrel, norethindrone, dan norgestrel cenderung memiliki efek
androgenik yang lebih kuat, sedangkan mereka yang memiliki diacetate
ethynodiol, norgestimate, dan desogestrel kurang bersifat androgenik.
Pengobatan-pengobatan yang menyebabkan hyperprolactinemia juga dapat
menyebabkan hirsutism.
-
Pertumbuhan Rambut
Pertumbuhan rambut pada
tubuh berada dalam stadium yang berbeda. Kestabialan pertumbuahannya secara
klinis penting, karena bila terjadi gangguan menyebabkan alopesia ataupun
pertumbuhan yang berlebihan.
Siklus pertumbuhan
rambut terdiri dari 3 fase, yaitu fase anagen, katagen dan telogen. Fase anagen
adalah fase pertumbuhan, 85-90% siklus pertumbuhan rambut berada pada fase ini.
Katagen adalah fase involusi dan telogen adalah fase terakhir dari siklus.
Kedua fase yang terakhir ini merupakan 10-15% siklus pertumbuhan rambut. Fase
yang paling terpengaruh oleh kelaianan yang ada adalah fase anagen, misalnya
pada penggunaan abat-abat tertentu.
Berdasarkan tipe rambut
, dikenal 3 tipe rambut, yaitu lanugo, vellus dan terminal. Lanugo merupakan
rambut yang terdapat pada bayi baru lahir, vellus terdapat pada badan orang
dewasa. Sedangkan terminal adalah rambut yang ada pada kepala dan pubis.
Ketebalan dan tebalnya rambut terminal bervariasi pada beberapa individu
tergantung genetik dan faktor-faktor nutrisi.
Pertumbuhan rambut
dipengaruhi oleh faktor hormonal yang mempengaruhi pertumbuhan rambut yaitu:
1. Androgen, terutama
testosteron, merangsang pertumbuhan rambut, menambah diameter dan pigmentasi,
mungkin juga meningkatkan kecepatan mitosis matrik sel.
2.
Estrogen, bersifat berlawanan dengan androgen.
3. Progentin,
pengaruhnya sangat kecil terhadap pertumbuhan rambut.
4. Kehamilan (tinggi
estrogen dan progesteron), dapat menyebabkan sinkronnya pertumbuhan rambut.
Faktor-faktor yang
dapat mempengaruhi pertumbuhan rambut, antara lain, suhu kulit dan aliran
darah. Pertumbuhan rambut lebih cepat pada musim panas dibandingkan musim
dingin.
Hanya tempat-tempat
tertentu pada tubuh yang pertumbuhannya dipengaruhi oleh androgen.
Tempat-tempat tersebut yaitu, wajah, leher, dada, perut, ketiak, lengan, tungkai
dan pubis. Sebagian dari kepala termasuk androgen sensitif. Metabolisme
androgen dalam unit pilosebaceus, melibatkan interaksi testosteron dengan
reseptor androgen, dimana terjadi konversi testosteron menjadi
dihidrotestosteron yang lebih poten oleh enzym 5α reduktase. Stimulasi
pilosebacea oleh androgen pada tempat-tempat tersebut menyebabkan konversi
vellus menjadi terminal. Sedangkan rambut pada tangan dipengaruhi oleh
mekanisme androgenik ini.
-
Biosintesis Androgen
Androgen dan
prekursornya diproduksi di kelenjar adrenal dan ovarium, diatur oleh
luteinizing hormon (LH), dan adrenokortikotropik hormon (ACTH). Biosintesis
dimulai dengan konversi kolesterol menjadi pregnenolon oleh enzim-enzim.
Kemudian pregnenolon mengalami 2 tahap konversi menjadi 17-ketosteroid
dehidroepiandrosteron (DHEA). Konversi ini terjadi melalui sitikrom P450 c17,
yaitu suatu enzim dengan aktivitas 17α-hidroksidase dan 17-20 lyase. Secara
bersamaan progesteron mengalami transformasi menjadi adrostenedion, melalui δ-5
isomerase 3β hidroksi steroid dehidrogenase (3β-HSD).
Sekresi 17-ketosteroid
adrenal dimulai pada prepubertas (adrenarche) dimana terjadi perubahan dramatis
dari respon kortek adrenal terhadap ACTH, dengan mensekresikan δ-5 steroid
termasuk 17 hidroksi pregnenolon, DHEA dan dehidroepiandrosteron (DHEAS).
Perubahan tersebut berkaitan dengan peningkatan zona retikularis dan
peningkatan aktivitas enzim 17-hidroksilase dan 17-20 lyase.
Testosteron merupakan
androgen sirkulasi yang paling penting. Hampir separuh testosteron serum wanita
dibentuk dari konversi androstenedion dan separuhnya lagi dari sekresi
kelenjer. Ovarium dan kelenjer adrenal menghasilkan testosteron pada wanita
dalam jumlah yang hampir sama. Testosteron sirkulasi sekitar 85% terikat pada
seks hormon binding globulin (SHBG) yang dianggap secara biologik tidak aktif,
sehingga suatu peningkatan konsentrasi testosteron total yang tidak berikatan
dengan SHBG, akan berikatan dengan albumin (10-15%). Sejumlah kecil (1-2%)
testosteron yang benar-benar bebas. Jumlah testosteron bebas tergantung pada
konsentrasi SHBG, yang meningkat pada peningkatan konsentrasi estrogen seperti
pada kehamilan dan fase luteal, selama terapi estrogen (termasuk kontrasepsi
oral), pada peningkatan konsentrasi hormon tiroid, sirosis hepatis. Konsentrasi
SHBG menurun pada pemberian obat-obat androgenik (progestatinal agent,
danazol), kelainan-kelainan androgenik (PCOS, Cushing’s sydrome),
glukokortikoid, growth hormone, prolaktin, insulin dan obesitas. Untuk
menimbulkan efek biologis pada jaringan target, testosteron harus dirubah
menjadi suatu bentuk metabolit aktif dihidrotestosteron oleh 5α reduktase.
4. Manifestasi Klinis
– Rambut diwajah, bibir
atas dan dagu tumbuh secara berlebih
– Rambut pada lengan
bawah meningkat
– Rambut bertumbuh
panjang antara payudara dan pubis meluas sampai
ke paha dan dinding perut depan
– Kulit cenderung
menjadi berkeriput dan bisa muncul jerawat
–
Menstruasi biasanya normal tetapi kebanyakan tidak teratur
5.
Pengobatan
Terapi
A. Metode Fisik Penghilangan
Rambut
1. Bleaching. Hydrogen
peroxide dapat digunakan untuk penyamaran pada rambut facial yang
terpigmentasi. Namun demikian, kadang-kadang, hal ini mengarah pada diskolorasi
kulit.
2. Pencukuran. Tindakan
ini tidak mempengaruhi tingkat pertumbuhan rambut. Efek sampingnya meliputi
iritasi dan pseudofolliculitis.
3. Elektrolisis. Hal
ini merupakan cara efektif untuk menghilangkan rambut secara permanen. Meski
demikian prosedurnya sangat bergantung pada operator. Demikian pula, laser
dapat digunakan untuk memproduksi cahaya monochromic, yang secara khusus
terserap dalam kulit dan menghasilkan energi termal untuk menghasilkan folikel
rambut.
4. Pengarungan berat
badan. Hirsutisisme lebih lazim pada wanita gemuk dengan PCOS dibandingkan pada
wanita kurus. Sehingga, kurangnya berat badan tubuh pada wanita obesitas dapat
mengakibatkan berkurangnya rambut tubuh.
B. Metode Farmakologi
Pil kontrasepsi oral.
Kontrasepsi oral akan menekan aktivitas varian androgen dan menambah sex
hormone-binding globulin (SHBG), sehingga menurunkan testosteron bebas.
Kontrasepsi oral yang mengandung norethisterone atau levonorgestrel hendaknya
dihindari, karena berpotensi memperburuk hirsutisisme. Kombinasi antara pil
kontrasepsi oral dengan anti-androgen cyproterone acetate (Dianette*) lebih
efektif.
Cyproterone acetate.
Cyproterone acetate akan mengurangi hirsutisisme dengan dua cara. Zat ini
merupakan antagonis reseptor androgen pada kulit dan juga memiliki aktivitas
progestogen yang akan menghambat sekresi gonadotrophin, sehingga meningkatkan
produksi ovarian androgen. Hal ini harus dilakukan pada suatu kontrasepsi
efektif (biasanya pil kontrasepsi oral), karena paparan pada trimester pertama
kehamilan dapat mengarah pada feminisasi fetus laki-laki. Cyproterone acetate
dewasa ini digunakan di Eropa dan dijual sebagai kontrasepsi oral dengan nama
Diane-35 atau Dianette (2 mg cyproterone acetate dan 35µg
ethinylestradiol/tablet; Schering AG, Berlin, Germany) atau Androcur (50
mg/tablet, Schering AG, Berlin, Germany). Efek samping potensialnya meliputi
hilangnya libido, berat badan turun, mudah lelah, payudara menjadi lembek, rasa
tidak enak pada gastrointestinal, dan sakit kepala.
Spironolactone.
Spironolactone merupakan antagonis aldosterone oral dengan sifat
anti-androgenic. Dengan peningkatan metabolic clearance dan pengurangan
aktivitas 5-alpha-reductase kutan, terjadi pengurangan terhadap bioavailability
testosterone. Hal ini terjadi dengan mengkomplekskan reseptor androgen
intrasel, yang membentuk reseptor biologis tidak aktif. Karena efek diuretik
potassium-sparing, tingkat potasium serum hendaknya dipantau pada awal
perawatan.
Flutamide. Flutamide
adalah antiandrogen nonsteroid yang dapat mencegah kenaikan kadar androgen
dan/atau menghambat ikatan nuclear pada struktur seks sekunder. Flutamide
dengan reseptor androgen nuklear akan menjadi bentuk komplek yang tidak aktif.
Ada beberapa laporan yang menunjukkan bahwa flutamide mempunyai keefektifan
untuk pengobatan hirsutisme. Flutamide tidak mempunyai aktivitas glukokortikoid,
P-like, androgenik atau antigonadotropik. Flutamide juga tidak mempunyai efek
yang significant pada pulsasi LH atau terhadap respon LH dan FSH pada GnRH.
Dilaporkan bahwa setelah pengobatan Flutamide selama 9 bulan atau 1 tahun
dengan dosis yang sama menunjukkan hasil yang sama.
Finasteride. Ini
merupakan inhibitor 5-alpha-reductase, yang merupakan akibat mode aksi secara
signifikan tetragenik (potensi feminisasi janin laki-laki), sehingga
kontrasepsi efektif harus sering digunakan. Pemakaian finasteride hendaknya
dibatasi hanya pada beberapa kasus parah saja, di bawah pengawasan pusat
tersierPencegahan terjadinya stimulasi pertumbuhan rambut lebih lanjut
6. Diagnosis
Diagnosa keperawatan
• Gangguan citra tubuh berhubungan
dengan perubahan penampilan fisik
•
Gangguan harga diri yang berhubungan dengan perubahan penampilan
sekunder akibat perubahan hormon
• Kerusakan interaksi sosial yang
berhubungan dengan kelainan bentuk tubuh
BAB III
ASKEP
1.
Pengkajian
Umur,Jenis
Kelamin, Status Perkawinan,
Agama,Pendidikan,Pekerjaan,Pendapatan,Alamat,Riwayat,Diagnosa
2. Pemeriksaan
fisik
Pemeriksaan yang
dianjurkan adalah sebagai berikut:
A. Pemeriksaan produksi
androgen
1. Testosteron (total
dan bebas)
2. DHEAS
3.
17-Hydroxyprogestrone (sampel pagi hari)
4. 3 α androstenadiol
glukoronide
B. Pemeriksaan
kelainan-kelainan medis yang menyertai
1. Kelainan ovulasi
(FSH dan LH)
2. Disfungsi Thyroid
3. Hiperprolaktinemia
C. Pemeriksaan lainnya
1. Androstenedion
2. Tes provokasi
a. Tes stimulasi
kortikotropin
Penentrran insulin
resistensi Causes of Hirsutism, Associated Laboratory Findings, and Recommended
Additional Testing
17-OHP =
17a-hydroxyprogesterone; LH = luteinizing hormone; FSH = follicle-stimulating
hormone; DHEAS = dehydroepiandrosterone sulfate; ACTH = adrenocorticotropic
hormone; CT = computed tomography.
Adapted with permission
from Gilchrist VJ, Hecht BR. A practical approach to hirsutism. Am Fam
Physician 1995;52:1841.
3. Diagnosis
Diagnosa keperawatan
• Gangguan citra tubuh berhubungan
dengan perubahan penampilan fisik
Diskusikan anti perubahan
Anjurkan orang terdekat
memperlakukan pasien secara normal dan bukan sebagai orang cacat
Rujuk keperawatan
kelompok
• Gangguan harga diri yang berhubungan
dengan perubahan penampilan sekunder akibat perubahan hormon
Dorong klien untuk
membicarakan situasi yang menimbulkan perasaan tidak nyaman
Dorong klien untuk
membuat rencana spesifik untuk mengubah perilaku disfungsional
Minta klien membuat
tujuan yang realistis dan berupaya untuk menyampaikannya
Dorong klien untuk
melihat kekuatan, pencapaian dimasa lalu dan potensi dimasa depan
• Kerusakan interaksi sosial yang
berhubungan dengan kelainan bentuk tubuh
Berikan individu
hubungan yang suportif
Bantu untuk
mengidentifikasi bagaimana stress dapat mencetuskan masalah
Gunakan pertanyaan dan
observasi untuk merndorong individu dengan keterbatasan ketrampilan observasi
Bantu anggota keluarga
dalam memahami dan memberikan dukungan
Berikan bimbingan pada
lingkungan yang kurang atau berlebihan rangsangan
BAB V
PENUTUP
1. Kesimpulan
Hirsutisme
adalah pembentukan badan rambut terminal yang tergantung androgen pada wanita
dimana rambut terminal ini pada keadaan normal tidak didapatkan. Tipe rambut
terminal pada pria didapatkan pada wajah, perut dan punggung dan tidak normal
bila didapatkan pada wanita. Definisi ini tergantung pada etnis, dan persepsi
yang berlaku umum pada masyarakat tertentu.
2.Saran
Untuk para perempuan agar lebih menjaga pertumbuhan rambutnya.dan lebih
mengetahui cara mengurangi pertumbuhan rambut secara benar.
DAFTAR PUSTAKA
Smeltzer
Suzanne, c.1997. Buku Ajar Medikal Bedah, Brunner & Suddart Edisi 8 Vol.
3. Jakarta: EGC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar